Cara menggunakan multiphp manager di cPanel

Multiphp Manager cPanel
Multiphp Manager cPanel
Multiphp Manager cPanel

Berbahagialah jika anda menggunakan layanan hosting berbasis cPanel, karena di dalam cPanel terdapat sebuah fitur yang dapat menggunakan beberapa versi PHP yaitu multiphp manager. Suatu contoh jika anda memiliki sebuah website dengan domain a.com yang menggunakan versi php 5.6 sedangkan anda memiliki aplikasi di dalam subdomain aplikasi.a.com yang membutuhkan versi php yang lebih tinggi (misalkan menggunakan php 7) maka anda bisa melakukan setting untuk domain a.com menggunakan php versi 5.6 dan subdomain aplikasi.a.com menggunakan PHP versi 7.

Untuk memastikan bahwa jasa penyedia hosting anda memiliki fasilitas multiphp manager maka anda dapat bertanya terlebih dahulu karena tidak semua mengaktifkan multiphp manager dengan alasan keamanan. cPanel tentunya sudah memikirkan hal ini untuk dapat memberikan layanan multiphp manager sehingga pengguna cPanel lebih fleksibel dalam memilih versi php yang diinginkannya.

Silahkan login ke dalam akun cPanel anda, kemudian cari pada bagian Software kemudian pilih pada icon multiphp manager.

multiphp manager
multiphp manager

Secara default akan ditampilkan bahwa versi php yang digunakan secara standar pada server anda adalah versi X

versi default php
versi default php

Jadi secara inherit semua domain dan sub domain akan menggunakan versi php 5.6. Lalu bagaimana cara agar subdomain bisa menggunakan versi php yang berbeda dengan versi php utama yang sudah disetting default ?

Caranya silahkan buat sebuah subdomain baru, kemudian kembalilah pada multiphp manager, maka anda akan dapat memilih subdomain tersebut akan menggunakan versi php berapa yang anda inginkan.

multiphp manager
multiphp manager

Jangan lupa melakukan centang terlebih dahulu pada subdomain yang anda inginkan kemudian baru memilih versi php yang diinginkan pada subdomain tersebut. Untuk bisa mengecek apakah benar menggunakan versi php yang anda inginkan, maka anda bisa membuat sebuah file dengan ekstensi php (contoh: info.php) kemudian isikan script php yang menjalankan fungsi phpinfo();

<?php

phpinfo();

?>

Kemudian silahkan akses file tersebut dengan url http://<subdomain>.<domain utama anda>.<ekstensi domain>/info.php

Selamat menggunakan multiphp manager!

Please follow and like us:
error0

Cara mengecek penggunaan space disk pada cPanel

cPanel Disk Usage
cPanel Disk Usage
cPanel Disk Usage

Seringkali ketika kita menggunakan hosting berbasis cPanel mendapati bahwa space disk yang kita punyai penuh dengan adanya notifikasi dari jasa penyedia hosting kita jika sudah hampir mendekati 90%. Banyak diantara pengguna cPanel tidak memahami bagaimana sebenarnya aturan perhitungan space disk pada hosting berbasis cPanel ini, dan hanya mengerti bahwa total space yang dimiliki adalah sekian mega atau sekian giga.

Ada baiknya kita pahami dulu bahwa total space disk yang diberikan oleh paket hosting yang kita pilih, misalnya memiliki 500 mega; maka jangan diasumsikan bahwa space itu hanya digunakan untuk file file yang ada pada direktori cPanel saja. Untuk penggunaan lainnya juga menggunakan total space disk yang diberikan tersebut.

Jadi apa saja yang menggunakan total disk space yang diberikan oleh penyedia hosting itu ?

  • file file yang digunakan pada website (biasanya file .html .php dan file file gambar seperti .jpg .png dan lain lain)
  • email dan attachment
  • database
  • file logs
  • file yang disimpan dengan menggunakan ftp
  • file yang terhapus pada file manager (perlu diingat bahwa cPanel memiliki fitur trash can seperti halnya pada windows) ketika file yang dihapus akan dipindahkan ke dalam folder trash can (jika di windows adalah recycle bin) jadi pastikan bahwa folder ini sudah dibersihkan.

Untuk lebih detailnya anda bisa menggunakan fitur yang diberikan oleh cPanel, yaitu Disk Usage

Disk Usage Icon
Disk Usage Icon

Anda bisa mencari fitur Disk Usage setelah login pada akun cPanel anda, pada bagian Files

Sebagai contoh berikut ini adalah statistik dari penggunan Disk Usage akun cPanel

space disk
space disk

Jadi cermati terlebih dahulu penggunaan space disk hosting anda, jangan keburu buru untuk melakukan komplain bahwa space yang diberikan cepat penuh atau anda akan malu sendiri jika sudah ditunjukkan oleh support jasa penyedia web hosting anda. Ada baiknya jika sudah memerlukan space disk yang banyak, maka anda bisa melakukan upgrade paket hosting yang lebih besar sesuai dengan kebutuhan website anda.

 

Please follow and like us:
error0

Menampilkan hidden file di file manager cPanel

File Manager cPanel

Bagi anda yang ingin mencari file hidden yang ada di file manager cPanel maka berikut ini caranya.

  • Silahkan login ke akun cPanel anda
  • Kemudian silahkan pilih icon file manager
  • Setelah muncul file manager, coba lihat di bagian kanan atas terdapat tombol Settings. Silakan anda klik, nanti akan muncul kotak dialog “Preferences” yang digunakan untuk mengaktifkan menampilkan file dengan bertipe hidden pada file manager.
  • Centang “Show Hidden Files” (dotfiles)
  • Jangan lupa pilih “Save” untuk menyimpan preferensi anda.

Setelah itu anda akan melihat file file yang sebelumnya tidak ditampilkan pada file manager (biasanya ditandai dengan . (titik) pada awal file tersebut)

File Manager cPanel
File Manager cPanel
Tombol settings cPanel File Manager
Tombol settings cPanel File Manager
Pilihan Show Hidden Files
Pilihan Show Hidden Files

 

Please follow and like us:
error0

Mengelola akses ssh di cPanel WHM

cPanel and WHM
cPanel and WHM
cPanel and WHM

Salah satu fitur yang diberikan oleh software manajemen server cPanel WHM adalah memberikan akses ssh (Secure Shell) ke server hosting, namun di dalam SSH ini terdapat dua macam shell yang bisa diberikan, yaitu Normal Shell dan Jailed Shell.

Jailed Shell memiliki akses yang terbatas kepada perintah-perintah yang bisa digunakan, tipe shell ini cocok diberikan kepada pemula pengguna shell linux serta dibatasi pada perintah-perintah yang dapat membahayakan server.

Normal Shell memiliki akses normal terhadap shell yang diberikan, sedikit lebih bebas daripada tipe jailed shell namun juga terbatas kepada perintah-perintah yang dapat membahayakan server.

Untuk memberikan akses ssh ini silahkan login di cPanel WHM anda dengan alamat https://<domain anda>:2087/ dan gunakan username root. Jika sudah selesai login maka anda akan berada pada tampilan manajemen server cPanel atau biasa disebut dengan WHM

Pilih Menu Account Functions –> Manage Shell Access

Manage Accounts
Manage Accounts
Manage Shell Access
Manage Shell Access

Setelah itu akan tampil list user dan list akses pada ssh server, secara default fitur ssh adalah disabled.

Manage Shell Access
Manage Shell Access

Untuk mengaktifkan shell access pada salah satu akun cpanel cukup melakukan klik, bisa memilih antara normal shell atau jailed shell. Jika ada pertanyaan selanjutnya mengenai apakah user tersebut akan dirubah tipe paketnya maka pilih saja tetap pada paket hosting yang default saja.

Keep account package
Keep account package

Setelah disimpan, maka dengan segera user tersebut sudah bisa melakukan ssh access pada akunnya.

Please follow and like us:
error0

Menambahkan hard disk kedua pada cPanel

Cara instalasi cPanel DNS Only
cPanel
cPanel

Cara menambahkan hard disk kedua pada cPanel ketika kapasitas hard disk utama sudah penuh terkadang tidak dapat dihindari ketika bertambahnya akun hosting yang ada pada server. Jika anda menggunakan sistem virtualisasi tipe openvz maka anda dapat melakukan resizing ukuran partisi hard disk utama cpanel anda dengan mudah, namun ketika anda menggunakan tipe virtualisasi kvm maka mau tidak mau anda harus menambahkan partisi yang baru.

Berikut ini adalah cara menambahkan hard disk kedua pada cPanel pada server hosting berbasis cpanel.

Langkah pertama pastikan bahwa anda bisa melihat partisi baru yang sudah dibuat, biasanya partisi pertama yang ada pada sistem adalah /dev/sda maka partisi kedua biasanya memiliki path /dev/sdb. Untuk melihat semua partisi yang ada anda bisa menggunakan perintah #fdisk -l

Disk /dev/sda: 288.8 GB, 288836550656 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 35115 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x0008a354

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/sda1 * 1 64 512000 83 Linux
Partition 1 does not end on cylinder boundary.
/dev/sda2 64 35116 281553920 8e Linux LVM

Disk /dev/sdb: 238.4 GB, 238370684928 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 28980 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x00000000

Contoh diatas partisi /dev/sdb adalah partisi baru yang akan ditambahkan. Sebelum anda bisa menggunakan partisi tersebut anda harus membuat blok dengan bantuan perintah fdisk.

Lakukan partisi pada /dev/sdb dengan perintah #fdisk /dev/sdb kemudian membuat perintah partisi utama pada /dev/sdb dengan perintah “p” kemudian pilih “1”  kemudian akan terdeteksi silinder pertama sampai dengan silinder terakhir.

Command (m for help): n
Command action
e extended
p primary partition (1-4)
p
Partition number (1-4): 1
First cylinder (1-28980, default 1):
Using default value 1
Last cylinder, +cylinders or +size{K,M,G} (1-28980, default 28980):
Using default value 28980

Jangan lupa untuk menyimpan konfigurasi partisi tersebut dengan perintah “w” setelah itu keluar dari perintah fdisk, dan anda bisa melihat akan terbentuk partisi baru dengan path /dev/sdb1

Lakukan format pada partisi /dev/sdb1 dengan perintah #mkfs.ext4 /dev/sdb1

Setelah selesai anda bisa membuat mount point untuk /dev/sdb1 misalnya pada /home2

Tambahkan pada /etc/fstab untuk mount point /dev/sdb1 pada /home2 kemudian simpan file /etc/fstab tersebut agar setiap kali server booting akan di mount secara otomatis.

Lakukan inisialisasi pada cPanel WHM

 

hard disk kedua cpanel /home2
hard disk kedua cpanel /home2

Kemudian simpan, nah sekarang anda siap menggunakan /home2 sebagai hard disk kedua dan bisa digunakan sebagai tempat akun yang baru atau memindah akun dari partisi lama /home. Demikianlah cara menambahkan hard disk kedua pada cPanel.

 

 

 

Please follow and like us:
error0

cPanel Software Webhosting Panel Manager

cPanel
cPanel Webhosting Panel Manager

cPanel Webhosting Panel Manager adalah sebuah software yang banyak digunakan untuk memanajemen server hosting. cPanel ini lebih disukai karena memiliki fitur yang sangat lengkap jika dibandingkan dengan software hosting manager lainnya seperti ispconfig, kloxo, vestapanel dan webmin. Namun cPanel adalah software yang berbayar dan tidak open source seperti software lainnya.

Beberapa fitur yang banyak disukai oleh para pemilik jasa hosting adalah sebagai berikut :

  • Instalasi mudah, hanya dengan mendownload installer dan menjalankannya sekali
  • Memiliki interface yang userfriendly baik untuk user maupun pengelolaan server
  • Konfigurasi yang mudah karena memiliki wizzard
  • Update secara otomatis dan memiliki fitur notifikasi

Fitur untuk user yang menggunakan cpanel adalah :

  • Pengelolaan email yang lengkap
  • Manajemen security yang baik seperti ip address blocker, SSL, Leech protect dan mod security
  • Pengelolaan domain dan subdomain
  • Aplikasi preinstall seperti wordpress, forum, e-commerce
  • File manager yang sangat lengkap
  • Manajemen database
  • Manajemen file log
  • Statistik

Fitur untuk manajemen server atau yang biasa disebut dengan WHM (Web Host Manager) :

  • Pengelolaan user baik end user maupun reseller
  • Security yang baik
  • Monitoring resource server
  • Manajemen transfer akun dan backup
  • Support
  • Branding
  • Penambahan plugin baik yang open source maupung yang berbayar

Perlu diperhatikan sebelum anda melakukan instalasi cPanel ini kebutuhan untuk server dengan menggunakan cPanel ini adalah :

  • hostname yang jelas
  • ip address (anda tidak bisa menggunakan ip dinamis)
  • firewall harus dimatikan (pada centos / RHEL adalah selinux)
  • resource RAM minimun 768MB (rekomendasi 1GB) disesuaikan dengan jumlah akun hosting
  • resource HDD minimum 20GB (rekomendasi 20GB) disesuaikan dengan jumlah akun hosting
  • Sistem Operasi yang didukung adalah RHEL, CentOS, CloudLinux, VMware
  • Tipe virtualisasi yang disupport OpenVZ atau KVM
  • Koneksi Internet

Untuk proses instalasi cPanel ini tergantung dengan kecepatan server yang anda miliki dan kecepatan koneksi internet yang digunakan. Umumnya instalasi cPanel memakan waktu antara 1-2 jam namun bisa lebih cepat jika anda memiliki server yang bagus dengan menggunakan SSD sebagai media penyimpanan dan koneksi minimal 10Mbps.

Please follow and like us:
error0

Cara instalasi jetbackup manager di cpanel

Jetapps
Jetapps
Jetapps

Jika anda menggunakan aplikasi management server berbasis cPanel, pasti anda tidak terlepas dari fungsi backup yang ada. Di dalam cpanel sendiri terdapat fasilitas backup namun tidak terlalu komprehensif dan flexible jika dibandingkan dengan aplikasi addon milik dari jetapps Jetbackup Manager. Beberapa fitur penting dari JetBackup ini adalah

  • Hourly Backup
  • Jobs Per Reseller / Package
  • Backup Job Ratings

Selain itu Jetbackup Manager juga mendukung fungsi

  • Incremental Remote Backup
  • Multiple Destinations
  • Single File Restore
  • Sell Backup Services

Jika dibandingkan dengan fasilitas backup yang terdapat pada cpanel sendiri, Jetbackup Manager ini sangat lengkap dan bervariasi dan sampai dengan backup per file jadi anda dapat melakukan restore semua file atau file tile tertentu saja.

Kali ini akan dibahas bagaimana cara instalasi jetbackup manager di server berbasis cpanel.

Jetbackup Manager
Jetbackup Manager

Sebelum melakukan instalasi jetbackup manager, anda sudah mempersiapkan sebuah server berbasis cpanel dan anda memiliki akses root. Kemudian silahkan melakukan ssh pada server cpanel anda, dan lakukan proses instalasi berikut ini :

yum clean all –enablerepo=jetapps*
yum install http://repo.jetlicense.com/centOS/jetapps-repo-latest.rpm
yum install jetapps-cpanel –enablerepo=jetapps

Proses instalasi jetapps akan segera dimulai dan tunggu sampai proses selesai, kemudian silahkan cek pada WHM server anda pada bagian plugins akan muncul incon jetapps.

Jetapps whm
Jetapps whm plugin sections

Jika Jetapps masih belum muncul, silahkan ulangi lagi proses instalasi diatas sampai muncul icon jetapps pada bagian plugins WHM cpanel anda.

Jika sudah muncul, maka anda bisa segera melakukan proses instalasi jetbackup manager.

Jetapps applications
Jetapps applications
Jetbackup Manager Installation
Jetbackup Manager Installation

Pilih tipe yang stable sangat direkomendasikan, karena sudah teruji berjalan dengan baik jika anda ingin berexperiment maka anda dapat memilih versi EDGE atau BETA. Kemudian silahkan tunggu proses instalasi aplikasi jetbackup manager sampai selesai. Jika proses instalasi selesai maka akan didapatkan tampilan berikut ini.

Jetbackup Manager Installation
Jetbackup Manager Installation

Anda sudah dapat menjalankan aplikasi jetbackup manager ini dan mulai menawarkan fasilitas backup ini kepada para customer anda atau menjadi salah satu fasilitas pada layanan hosting anda. Demikianlah cara instalasi jetbackup manager di server cpanel sangatlah mudah.

Save

Save

Save

Please follow and like us:
error0

Cara setting akses remote mysql di cpanel

Cara instalasi cPanel DNS Only
cPanel
cPanel

Untuk mengakses database MySQL di hosting berbasis cpanel, biasanya anda diharuskan untuk login terlebih dahulu kemudian menggunakan phpMyadmin yang tersedia pada cpanel tersebut. Namun ada beberapa keterbatasan dan kenyamanan ketika mengakses database menggunakan phpMyadmin. Selain menggunakan phpMyadmin anda juga bisa menggunakan fasilitas remote akses pada database anda, berikut ini adalah cara setting akses remote mysql di cpanel hosting anda. Pastikan terlebih dahulu pada hosting provider anda apakah support untuk melakukan remote mysql atau tidak, anda bisa menanyakan langsung pada hosting provider anda.

Jika ya, maka silahkan login terlebih dahulu pada cpanel hosting provide anda dan carilah pada bagian database.

remote MySQL cpanel
remote MySQL cpanel

Silahkan klik Remote MySQL kemudian akan tampil Add Access Host dimana anda akan diminta memasukkan ip public address yang anda gunakan untuk mengakses database MySQL hosting anda. Untuk melihat ip address public yang anda gunakan anda bisa memanfaatkan tools website seperti https://www.whatismyip.com/ untuk mendeteksinya. Setelah anda mengetahui ip address public anda, maka isikan pada baris Add Access Host. Selain menggunakan full ip address, anda juga bisa menggunakan wild card. Misalnya anda memiliki ip address 1.2.3.4 maka anda bisa menggunakan format 1.2.3.% atau menggunakan dua digit ip address anda 1.2.%.% hal ini berguna jika anda memiliki ip address public dinamis seperti telkom speedy yang biasanya menggunakan awalan ip address (36.x.x.x)(180.x.x.x)(125.x.x.x) agar tidak selalu menambahkan ip address yang anda gunakan. Jangan sekali kali untuk menambahkan %.%.%.% karena dengan menggunakan % maka seluruh ip address di internet bisa melakukan remote akses pada database anda.

Setelah anda menambahkan, kemudian baru anda dapat mengakses database anda dengan menggunakan program eksternal database seperti sqlYOG atau menggunakan navicat untuk mengakses database anda. Jangan lupa menggunakan username dan password yang sudah anda miliki untuk mengakses database anda. Pastikan juga bahwa firewall isp maupun pc / laptop anda boleh untuk mengakses database yang biasanya menggunakan port 3306/tcp yang biasa digunakan untuk mengakses database MySQL.

Demikian cara setting akses remote mysql di cpanel yang sangat mudah dilakukan dan lebih nyaman jika dibandingkan dengan menggunakan phpMyAdmin.

Please follow and like us:
error0

Cara instalasi cpanel pada server vps dan dedicated server

Cara instalasi cPanel DNS Only
cPanel
cPanel

Cara instalasi cpanel pada server vps dan dedicated server sangatlah mudah, jika anda ingin menggunakan software management server cPanel, maka anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini :

  • Server VPS atau Dedicated Server
  • Sistem Operasi Linux (CentOS, CloudLinux dan RHEL)
  • Space minimal 20 GB
  • RAM minimal 768 MB (disarankan 1GB) tergantung banyaknya domain yang anda tampung
  • Mematikan seLinux

Pastikan bahwa koneksi server anda ke internet sudah berjalan dengan baik, karena instalasi cpanel memerlukan koneksi internet yang cukup baik dan stabil. Untuk selanjutnya anda bisa melakukan download file instalasi cpanel pada http://httpupdate.cpanel.net/

Perlu diingat cpanel memiliki 2 versi, yang pertama adalah WHM (Web Hosting Manager) dan yang kedua adalah cpanel dns only (hanya digunakan untuk dns cluster) dan yang paling penting adalah server anda sudah memiliki lisensi aktiv dari cpanel (namun ada versi trial selama 15 hari jika anda ingin mencoba software cpanel ini)

Silahkan download file instalasi pada alamat https://securedownloads.cpanel.net/ kemudian jalankan perintah

#sh latest

Kemudian akan menampilkan semua persyaratan agar dapat menginstall software cpanel ini, kecepatan instalasi cpanel ini tergantung pada koneksi dan kecepatan server anda. Semakin cepat dan bagus maka proses instalasi ini akan semakin cepat pula.

Tunggulah beberapa saat agar proses download dan instalasi software cpanel ini selesai, jika pada saat proses berlangsung tiba tiba terdapat masalah maka proses instalasi akan bisa dilanjutkan tanpa harus mengulangi lagi dari awal.

Setelah proses instalasi selesai dan anda kembali kepada bash prompt, maka lakukanlah reboot agar server dan sistem anda fresh. Kemudian anda bisa mengakses interface WHM dengan alamat http://<nama domain>/whm atau menggunakan port http://<nama domain>:2087/ untuk nama domain jika anda masih belum siap maka bisa menggunakan ip address server anda.

Setelah itu anda harus login dengan menggunakan user root yang sudah ada persiapkan sebelumnya, dan anda akan dibawa pada halaman konfigurasi software cpanel seperti konfigurasi hostname, ip address, aplikasi yang akan dijalankan pada cpanel (webserver, email server, ftp server, dll) dan kemudian setup sistem quota. Jika sudah selesai maka server anda sudah terinstall cpanel dengan baik.

Setelah itu anda dapat menggunakan cpanel WHM untuk menambahkan akun hosting anda. Cara instalasi cpanel pada server vps dan dedicated server pada server vps maupun dedicated tidak terdapat perbedaan, namun tipe lisensinya berbeda. Anda tidak bisa menggunakan lisensi cpanel vps pada server dedicated, tetapi anda bisa menggunakan lisensi dedicated pada server vps anda.

Please follow and like us:
error0

Cara membuat backup di hosting cpanel

Cara instalasi cPanel DNS Only
cPanel
cPanel

Cara membuat backup di hosting cpanel sangat mudah, karena fasilitas untuk membuat backup pada hosting cpanel sudah disediakan dan anda tinggal menggunakannya ketika anda membutuhkannya. Kebetulan untuk JagoanIT menggunakan hosting di i2DOTNET. Langkah pertama untuk membuat backup di hosting cpanel adalah anda login dahulu ke cpanel tempat anda menyewa hosting, pastikan untuk mengisikan username dan password anda dengan benar.

Fitur files pada cpanel
Fitur files pada cpanel

Pada bagian files anda dapat menemukan fasilitas untuk membackup akun hosting anda, pada gambar diatas terdapat 2 icon yang berfungsi untuk membuat file backup, yang pertama secara manual dan yang kedua akan dituntun dengan menggunakan tutorial backup.

Silahkan pilih backup manual, setelah itu anda akan dibawa ke tampilan fasilitas backup secara detail dimana anda bia melakukan full backup, partial backup, email backup, database backup maupun fasilitas untuk merestore backup yang sudah anda buat. Namun kali ini kita akan membuat file backup terlebih dahulu, silahkan klik Download a Full Website backup, kemudian generate backup yang akan mulai proses backup seluruh file anda. Jika anda tidak menginginkan notifikasi jika proses backup selesai anda dapat memilih Do not send email notification of backup completion.  

Setelah itu tunggulah beberapa saat proses backup sedang berjalan.

Proses backup pada cpanel
Proses backup pada cpanel

Klik Go back, dan klik Download a Full Website backup maka kali ini akan tampil file yang berisikan backup file hosting anda seluruhnya baik website, database dan emailnya. Kemudian anda bisa mendownload file backup tersebut ke komputer anda sebagai file cadangan jika terjadi error, terkena hack atau ada sesuatu yang tidak berfungsi dengan semestinya.

Perlu diingat bahwa semakin besar jumlah file hosting, email dan database anda maka semakin besar pula hasil file backup serta mempengaruhi lama dalam membuat file backup dan file backup ini juga mengurangi jumlah kapasitas hosting anda jadi jika memang sudah tidak diperlukan anda bisa menghapus file tersebut agar bisa digunakan untuk yang lainnya.

Demikian cara membuat backup di hosting cpanel, dalam artikel berikutnya akan kami ulas untuk cara restore dari file backup tersebut.

Please follow and like us:
error0