Penggunaan perintah RPM pada sistem operasi linux

Logo Redhat Package Manager
Logo Redhat Package Manager

Penggunaan perintah RPM (Redhat Package Manager) pada sistem operasi linux memiliki banyak fungsi karena RPM adalah kunci untuk dapat berinteraksi dengan aplikasi yang tersedia pada sistem operasi berbasis linux ini. RPM adalah sebuah tool open source yang sangat populer dikalangan pengguna sistem operasi linux dimana biasanya digunakan untuk melakukan instalasi, update, menghapus instalasi, melakukan query pada paket aplikasi serta melakukan verifikasi terhadap paket aplikasi berbasis rpm ini. File aplikasi yang biasanya memiliki ekstensi .rpm ini merupakan aplikasi yang sudah tercompile dengan baik dan siap untuk digunakan, tetapi biasanya masih memerlukan beberapa library tambahan karena aplikasi pada linux biasanya juga tergantung dengan library aplikasi lainnya atau biasanya disebut dengan istilah dependency.

Beberapa fakta mengenai RPM adalah sebagai berikut :

  • RPM ini gratis dan memiliki hak cipta dibawah GPL (General Public Licence)
  • RPM menyimpan informasi semua paketnya di dalam direktori /var/lib/rpm
  • RPM adalah satu satunya cara untuk melakukan instalasi pada sistem operasi linux, jika anda menggunakan paket instalasi murni atau source code maka rpm tidak akan dapat digunakan.
  • RPM hanya bisa digunakan untuk file berekstensi .rpm yang memiliki informasi tentang paket apa, dari mana, informasi dependensi, versi dan informasi lainnya.

RPM hanya memiliki fungi berikut ini :

  • Install : melakukan instalasi paket
  • Remove : melakukan penghapusan instalasi paket
  • Upgrade : melakukan upgrade paket
  • Verify : melakukan verifikasi paket
  • Query : melakukan penelusuran terhadap paket
Redhat Package Manager
Redhat Package Manager

Berikut ini adalah beberapa perintah yang menggunakan RPM

  • Untuk melakukan verifikasi paket menggunakan perintah : rpm –checksig <namafile>.rpm
  • Untuk melakukan instalasi paket menggunakan perintah : rpm -ivh <nama file>.rpm
  • Untuk melakukan pengecekan dependensi paket : rpm qpR <nama file>.rpm
  • Untuk melakukan instalasi dengan tidak memperhatikan dependensi paket : rpm -ivh –nodeps <nama file>.rpm
  • Untuk melakukan pengecekan terhadap paket yang sudah terinstall pada sistem : rpm -q <nama file>
  • Untuk melakukan list pada paket : rpm -ql <nama file>
  • Untuk melakukan pengecekan paket yang terakhir di install : rpm -qa –last
  • Untuk mengetahui paket apa saja yang sudah terinstall pada sistem : rpm -qa
  • Untuk melakukan upgrade paket : rpm -Uvh <nama file>.rpm
  • Untuk melakukan penghapusan paket : rpm -evv <nama paket>
  • Untuk melakukan penghapusan paket dengan mengabaikan dependensi : rpm -ev –nodeps <nama paket>
  • Untuk mengecek file ini milik paket apa : rpm -qf <nama path file> contoh : rpm -qf /usr/bin/htpasswd
  • Untuk melakukan query informasi pada paket rpm : rpm -qi <nama paket>
  • Untuk mendapatkan informasi paket rpm sebelum mekakukan instalasi : rpm -qip <nama file>.rpm
  • Untuk mengetahui paket dokumentasi yang disertakan pada sebuah paket rpm : rpm -qdf <path paket> contoh : rpm -qdf /usr/bin/vmstat
  • Untuk melakukan verifikasi kesahihan paket : rpm -Vp <nama file>.rpm
  • Untuk melakukan verifikasi semua file paket : rpm -Va
  • Untuk melakukan import PGP Key : rpm –import <path file> contoh : rpm –import /etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-CentOS-6
  • Untuk melihat semua PGP Key yang sudah diimport kedalam sistem : rpm -qa gpg-pubkey*
  • Untuk melakukan rebuild paket RPM database yang korupt
    • cd /var/lib
    • rm __db*
    • rpm –rebuilddb
    • rpmdb_verify Packages

Semua Penggunaan perintah RPM pada sistem operasi linux ini sangat mudah dipelajari dan harus dikuasai oleh seorang pemula system administrasi sebuah server berbasis linux.

Please follow and like us:
error0

Instalasi memcached pada sistem operasi CentOS

Memcached
Memcached
Memcached

Apa itu memcached ? adalah salah satu aplikasi open source yang memiliki fungsi melakukan cache pada memory yang ada dengan tujuan untuk dapat mempercepat akses sebuah website dengan konten dinamis sehingga memberikan resource lebih pada aplikasi lainnya seperti database.

Memcached adalah sebuah cara untuk menyimpan potongan data seperti string, object hasil dari sebuah pemanggilan data, panggilan api atau juga proses render halaman sebuah website dimana cara ini memungkinkan untuk melakukan proses pengaksesan lebih cepat. Seperti halnya proxy yang menyimpan data terlebih dahulu pada server jika dibandingkan dengan mengakses data langsung pada sebuah website.

Memcached ini sudah pasti menggunakan memory (RAM) yang ada pada server untuk menyimpan pecahan potongan data tersebut sehingga lebih cepat diakses oleh client. Memcached ini bisa berjalan baik untuk sistem operasi linux baik menggunakan CentOS maupun pada Ubuntu. Tapi kali ini akan dibahas bagaimana cara Instalasi memcached pada sistem operasi CentOS saja.

Sebelum melakukan instalasi, pastikan bahwa server anda sudah bisa melakukan akses internet karena proses instalasi ini akan dilakukan secara online.

Instalasi Memcached

#yum update
#yum install memcached
#service memcached start

Instalasi PHP

#yum install php

Instalasi Apache

#yum install httpd
#service httpd start

Aktifkan port webserver (port 80) dengan firewalld

#firewall-cmd –zone=public –permanent –add-service=http
#firewall-cmd –reload

Untuk melakukan testing apakah webserver sudah bisa diakses atau belum silahkan akses dengan browser http://localhost atau jika menggunakan ip address http://<ip>

Untuk melakukan testing apakah memcached sudah diload oleh apache dengan menggunakan fungsi phpinfo();

<?php
phpinfo();
?>

phpinfo memcached
phpinfo memcached
phpinfo memcached
phpinfo memcached

Untuk melakukan testing apakah memcached sudah berfungsi dengan baik, anda bisa menggunakan perintah berikut ini :

#memcached-tool 127.0.0.1:11211 stats

dan akan memberikan hasil berikut ini :

memcached test result
memcached test result

Untuk konfigurasi default memcached ada ada direktori /etc/sysconfig/memcached yang berisikan

PORT=”11211″
USER=”memcached”
MAXCONN=”1024″
CACHESIZE=”64″
OPTIONS=””

Dan anda bisa melakukan tune up dengan merubah value yang ada disesuaikan dengan kebutuhan anda. Selamat menggunakan memcached!

Please follow and like us:
error0

Cara instalasi database oracle di linux centos

Instalasi Database Linux CentOS
Instalasi Database Linux CentOS
Instalasi Database Linux CentOS

Instalasi database oracle centos. Siapa yang tidak kenal dengan perusahaan raksasa dengan nama oracle, perusahaan amerika dalam bidang teknologi informasi ini bermarkas di redwood, california Amerika Serikat. Perlu diketahui bahwa oracle ini adalah perusahaan nomor 3 dalam pendapatan bidang software setelah Microsoft dan IBM.

Salah satu RDBMS yang terkenal milik dari oracle adalah Oracle Database dimana ditemukan oleh Larry Ellison pada tahun 1977. Oracle sendiri berasal dari sebuah kode dari project CIA yang didanai oleh Ellison.

Baik sekarang kita akan mencoba install oracle database 11g R2 di sistem operasi centos.

Pertama-tama siapkanlah sistem operasi centos (bisa menggunakan server, virtual machine seperti vmware workstation atau virtualbox) dan pastikan server anda terhubung ke internet, karena kita akan langsung update dari internet.

Langkah 1

Edit file host anda dengan menggunakan user root sehingga menjadi jelas pada direktori /etc/hosts

#nano /etc/hosts

tambahkan ip address server anda dah hostname

127.0.0.1    localhost.localdomain    localhost
192.168.1.1    oracle.localdomain    oracle
:11        localhost6.localdomain6    localhost6

Langkah 2

Install file pendukung untuk oracle dengan perintah yum

yum -y install glibc glibc-common glibc-devel gcc gcc-c++ libaio libaio-devel libgcc libstdc++ libstdc++-devel make binutils compat-libstdc++-33 elfutils-libelf elfutils-libelf-devel sysstat unixODBC unixODBC-devel

Langkah 3

Edit file sysctl.conf

#nano /etc/sysctl.conf

Pastikan tidak ada baris seperti dibawah ini, jika anda silahkan berikan tanda pagar didepannya.

#net.bridge.bridge-nf-call-ip6tables = 0
#net.bridge.bridge-nf-call-iptables = 0
#net.bridge.bridge-nf-call-arptables = 0

dan juga tambahkan

net.ipv4.ip_local_port_range = 9000 65500
fs.file-max = 6815744
kernel.shmall = 10523004
kernel.shmmax = 6465333657
kernel.shmmni = 4096
kernel.sem = 250 32000 100 128
net.core.rmem_default=262144
net.core.wmem_default=262144
net.core.rmem_max=4194304
net.core.wmem_max=1048576
fs.aio-max-nr = 1048576

simpan kemudian coba cek kembali dengan perintah

#sysctl -p

Langkah 4

Buat user dan group untuk oracle

#groupadd -g 200 oinstall
#groupadd -g 201 dba
#useradd -u 440 -g oinstall -G dba -d /usr/oracle oracle

Langkah 5

Edit file authentifikasi pada /etc/pam.d/login dan tambahkan baris setelah

session    required     pam_namespace.so

tambahkan

session    required     pam_limits.so

Langkah 6

Tambahkan baris pada /etc/security/limits.conf

oracle   soft   nproc   2047
oracle   hard   nproc   16384
oracle   soft   nofile   1024
oracle   hard   nofile   65536

Langkah 7

Tambahkan pada /etc/profile

if [ $USER = “oracle” ]; then
if [ $SHELL = “/bin/ksh” ]; then
ulimit -p 16384
ulimit -n 65536
else
ulimit -u 16384 -n 65536
fi
fi

Langkah 8

Masuk pada user oracle

#su oracle

dan kemudian siapkan direktori untuk instalasi oracle

chmod 755 /usr/oracle
mkdir /usr/oracle/app
chmod 775 /usr/oracle/app
mkdir /usr/oracle/oradata
chmod 775 /usr/oracle/oradata

tambahkan juga baris berikut pada file .bash_profile anda

umask 022
export ORACLE_BASE=/usr/oracle/app

Langkah 9

Copykan file instalasi oracle anda pada direktori /usr/oracle/tmp dan lakukan proses unzip

Langkah 10

Login sebagai root kemudian berikan password untuk user oracle

#passwd oracle

Langkah 11

login sebagai oracle, kemudian masuk pada direktori tmp tempat instalasi file oracle tersebut (login user oracle pada xwindows dengan logout sebagai root)

#cd /usr/oracle/tmp/database

Kemudian jalankan instalasi oracle

./runInstaller

Ikuti semua petunjuk yang ada dilayar instalasi oracle, biasanya error pada jumlah memory dan harus menginstall pdksh

Jika proses instalasi sudah selesai maka login sebagai root di terminal kemudian jalankan

#/usr/oracle/oraInventory/orainstRoot.sh
#/usr/oracle/app/product/11.2.0/dbhome_1/root.sh

Setelah database terinstall anda bisa login ke Enterprise Management di URL

http://localhost:1158/em

login: SYS
password: sesuai pada saat instalasi
login sebagai: SYSDBA

Sangat mudah bukan untuk cara instalasi database oracle centos.

Please follow and like us:
error0

Cara instalasi PowerDNS pada linux CentOS 7

PowerDNS
PowerDNS
PowerDNS

Cara instalasi PowerDNS pada linux CentOS 7 sangatlah mudah, karena semua file yang dibutuhkan sudah tersedia dan anda hanya cukup melakukan beberapa tahap maka anda sudah bisa memiliki sebuah dns dengan menggunakan powerdns pada sistem operasi centos 7.

Sejarah PowerDNS

PowerDNS adalah salah satu aplikasi yang cukup dikenal untuk membangun sebuah DNS Server, selain bind PowerDNS juga dikenal sebagai aplikasi DNS Server yang cukup handal. Perbedaan yang cukup signifikan antara PowerDNS dan Bind adalah PowerDNS menggunakan mySQL sebagai media penyimpanan record DNS, berbeda dengan Bind yang menggunakan text. PowerDNS dikenal sejak tahun 1990 dan merupakan salah satu DNS yang dikenal reliable diantara aplikasi DNS yang ada. Cara instalasi PowerDNS pada linux CentOS 7

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melakukan instalasi PowerDNS pada sistem operasi linux centos 7

  1. Instalasi MariaDB
    #yum install mariadb-server mariadb
  2. Setup agar mariadb selalu dijalankan pada saat sistem operasi dinyalakan
    #systemctl enable mariadb
    #systemctl start mariadb
  3. Setup mariadb agar lebih aman
    #mysql_secura_installation (ikuti step step yang ada sampai dengan selesai)
  4. Instalasi repository untuk PowerDNS pada centos
    #yum install epel-release yum-plugin-priorities
    # curl -o /etc/yum.repos.d/powerdns-auth-40.repo https://repo.powerdns.com/repo-files/centos-auth-40.repo
    #yum install pdns pdns-backend-mysql
  5. Konfigurasi database untuk PowerDNS
    1. #mysql -u root -p
    2. CREATE DATABASE powerdns;
      CREATE USER ‘powerdns’@’localhost’ IDENTIFIED BY ‘mysecretpassword’;
      GRANT ALL PRIVILEGES ON powerdns.* TO ‘powerdns’@’localhost’;
    3. Paste script mysql berikut ini :

      CREATE TABLE domains (
      id INT AUTO_INCREMENT,
      name VARCHAR(255) NOT NULL,
      master VARCHAR(128) DEFAULT NULL,
      last_check INT DEFAULT NULL,
      type VARCHAR(6) NOT NULL,
      notified_serial INT DEFAULT NULL,
      account VARCHAR(40) DEFAULT NULL,
      PRIMARY KEY (id)
      ) Engine=InnoDB; CREATE UNIQUE INDEX name_index ON domains(name); CREATE TABLE records (
      id BIGINT AUTO_INCREMENT,
      domain_id INT DEFAULT NULL,
      name VARCHAR(255) DEFAULT NULL,
      type VARCHAR(10) DEFAULT NULL,
      content VARCHAR(64000) DEFAULT NULL,
      ttl INT DEFAULT NULL,
      prio INT DEFAULT NULL,
      change_date INT DEFAULT NULL,
      disabled TINYINT(1) DEFAULT 0,
      ordername VARCHAR(255) BINARY DEFAULT NULL,
      auth TINYINT(1) DEFAULT 1,
      PRIMARY KEY (id)
      ) Engine=InnoDB; CREATE INDEX nametype_index ON records(name,type); CREATE INDEX domain_id ON records(domain_id); CREATE INDEX recordorder ON records (domain_id, ordername); CREATE TABLE supermasters (
      ip VARCHAR(64) NOT NULL,
      nameserver VARCHAR(255) NOT NULL,
      account VARCHAR(40) NOT NULL,
      PRIMARY KEY (ip, nameserver)
      ) Engine=InnoDB; CREATE TABLE comments (
      id INT AUTO_INCREMENT,
      domain_id INT NOT NULL,
      name VARCHAR(255) NOT NULL,
      type VARCHAR(10) NOT NULL,
      modified_at INT NOT NULL,
      account VARCHAR(40) NOT NULL,
      comment VARCHAR(64000) NOT NULL,
      PRIMARY KEY (id)
      ) Engine=InnoDB; CREATE INDEX comments_domain_id_idx ON comments (domain_id); CREATE INDEX comments_name_type_idx ON comments (name, type); CREATE INDEX comments_order_idx ON comments (domain_id, modified_at); CREATE TABLE domainmetadata (
      id INT AUTO_INCREMENT,
      domain_id INT NOT NULL,
      kind VARCHAR(32),
      content TEXT,
      PRIMARY KEY (id)
      ) Engine=InnoDB; CREATE INDEX domainmetadata_idx ON domainmetadata (domain_id, kind); CREATE TABLE cryptokeys (
      id INT AUTO_INCREMENT,
      domain_id INT NOT NULL,
      flags INT NOT NULL,
      active BOOL,
      content TEXT,
      PRIMARY KEY(id)
      ) Engine=InnoDB; CREATE INDEX domainidindex ON cryptokeys(domain_id); CREATE TABLE tsigkeys (
      id INT AUTO_INCREMENT,
      name VARCHAR(255),
      algorithm VARCHAR(50),
      secret VARCHAR(255),
      PRIMARY KEY (id)
      ) Engine=InnoDB; CREATE UNIQUE INDEX namealgoindex ON tsigkeys(name, algorithm);

    4. Keluar dari database MySQL
      #quit;
  6. Konfigurasikan PowerDNS dengan menggunakan editor pada file /etc/pdns/pdns.conf
    cari baris yang memiliki tulisan launch= dan rubah dengan launch=gmysql
    kemudian tambahkan baris berikut ini

    gmysql-host=127.0.0.1
    gmysql-user=powerdns
    gmysql-dbname=powerdns g
    mysql-password=mysecretpassword

  7. Jalankan PowerDNS
    # systemctl enable pdns
    # systemctl start pdns
  8. Konfigurasikan firewall agar bisa diakses oleh client
    #firewall-cmd –permanent –add-service=dns
    # firewall-cmd –reload

Selamat .. sekarang anda sudah memiliki sebuah dns server yang menggunakan PowerDNS. Cara instalasi PowerDNS pada linux CentOS 7

Please follow and like us:
error0

Bind ip address pada linux CentOS dengan cepat

ip address
ip address
ip address

Bagaimana cara Bind ip address pada linux CentOS dengan cepat dan mudah ? jika anda menggunakan sistem operasi CentOS linux dan anda memiliki beberapa ip address (baik ip address lokal maupun ip address publik) maka anda dapat melakukan bind dengan cepat namun cara ini hanya bisa digunakan pada ip address v4 tidak bisa digunakan untuk ipv6. Selain sistem operasi linux CentOS, dapat juga digunakan pada distro linux berbasis redhat seperti fedora.

Sebagai contoh anda ingin menggunakan ip address 192.168.0.0/24 pada interface eth0 maka anda dapat menggunakan semua ip address antara 192.168.0.1 sampai dengan 192.168.0.254 dalam satu interface eth0.

Tahap pertama silahkan identifikasi untuk konfigurasi ip address yang ada pada /etc/sysconfig/network-script/ifcfg-eth0 atau biasanya menggunakan ens(interface) pada virtualisasi.

#cat /etc/sysconfig/network-script/ifcfg-eth0

DEVICE=eth0
BOOTPROTO=static
HWADDR=0B:C3:7A:E1:6A:2C
ONBOOT=yes
NM_CONTROLLED=no
NOZEROCONF=yes
IPADDR=192.168.0.2
NETMASK=255.255.255.0
GATEWAY=192.168.0.1

diasumsikan bahwa ip address yang sudah digunakan adalah 192.168.0.2 dan routernya adalah 192.168.0.1

Buat file baru dengan nama file ifcfg-eth0-range0

#nano /etc/sysconfig/network-script/ifcfg-eth0-range0

IPADDR_START=192.168.0.3
IPADDR_END=192.168.0.254
CLONENUM_START=0
NETMASK=255.255.255.0
ARPCHECK=no

isikan text diatas kemudian simpan.

diasumsikan bahwa ip address yang akan digunakan diawali dengan 192.168.0.3 dan diakhiri ip address 192.168.0.254

Kemudian lakukan restart pada interface tersebut dengan perintah

#service network restart atau #sysctl network restart

nah sekarang ip address antara 192.168.0.3 sampai dengan 192.168.0.254 akan otomatis ter-bind pada interface eth0

anda bisa melakukan cek dengan perintah #ifconfig

Anda juga bisa melakukan bind multi ip address pada interface yang ada pada sistem operasi linux misalnya anda memiliki interface eth0, eth1 dan seterusnya. Demikianlah cara Bind ip address pada linux CentOS dengan cepat. Ingat bahwa ini hanya bisa digunakan pada linux dengan distro turunan dari redhat seperti fedora atau linux CentOS.

Please follow and like us:
error0

Cara instalasi phpMyAdmin database manager

phpMyAdmin
phpMyAdmin
phpMyAdmin

phpMyAdmin

Banyak database management yang beredar di internet namun salah satu yang paling banyak digunakan adalah phpMyAdmin. Selain gratis karena phpMyAdmin ini terbilang cukup mudah dan ringan jika dijalankan pada webserver apapun yang menggunakan php sebagai bahasa scriptingnya. PhpMyAdmin bisa dibilang cukup mumpuni dalam mengelola database MySQL karena memiliki fitur yang cukup banyak dan sangat berguna. Cara instalasi phpMyAdmin database manager ini cukup mudah dan tidak berbelit-belit hanya memerlukan beberapa step saja tetapi dengan syarat bahwa semuanya sudah tersedia dengan baik.

Sebelum melakukan instalasi aplikasi database management phpMyAdmin ada baiknya dipersiapkan dahulu beberapa point berikut ini :

  • Webserver, bisa menggunakan apache maupun microsoft iis
  • Versi PHP disesuaikan dengan aplikasi phpMyAdmin, untuk lengkapnya bisa dilihat pada website phpMyAdmin yang ada di https://www.phpmyadmin.net/
  • PHP Ekstensi php-mbstring & php-mysql
  • Versi MySQL yang digunakan apakah MySQL 5 ataukan MariaDB dan akses ke database (lebih baik jika menggunakan root, karena bisa memanajemen multi database dalam satu server MySQL)

Silahkan download terlebih dahulu versi phpMyAdmin sesuai dengan persyaratannya kemudian silahkan melakukan ekstrak file aplikasi phpMyAdmin dan letakkan pada folder public_html agar bisa diakses dari luar.

Untuk mengekstrak file zip anda bisa menggunakan perintah “unzip <nama file>” untuk mengekstrak file .tar.gz anda bisa menggunakan perintah “tar xvfz <nama file”.

Kemudian silahkan akses folder phpMyAdmin, misalnya http://<ip address>/phpMyAdmin/

Tampilan login phpMyAdmin
Tampilan login phpMyAdmin

Kemudian anda bisa login dengan menggunakan username “root” dan password yang sudah ada buat sebelumnya pada proses instalasi MySQL atau MariaDB.

Jika anda belum mengeset root password untuk database mysql pasti akan muncul notifikasi harus mengeset variable “AllowNoPassword” pada file konfigurasi phpMyAdmin (file dengan nama config.inc.php)

Temukan di dalam file configurasi baris yang memuat $cfg[‘Servers’][$i][‘AllowNoPassword’]= false; dirubah menjadi true

Bagaimanapun username root harus diberikan password jika digunakan dalam server production, jika digunakan untuk developing di localhost atau diserver lokal tidak apa jika tidak diberikan password.

Selamat menggunakan phpMyAdmin untuk memanajemen server MySQL anda.

 

Save

Save

Please follow and like us:
error0

Cara instalasi apache php dan mysql di centos

Cara instalasi apache php dan mysql di centos
Cara instalasi apache php dan mysql di centos
Cara instalasi apache php dan mysql di centos

Jika anda menggunakan sistem operasi linux berbasis centos, maka cara instalasi apache php dan mysql sangatlah mudah, anda hanya memastikan bahwa server anda sudah terkoneksi dengan internet dengan baik. Langkah pertama untuk melakukan instalasi apache php dan mysql adalah dengan menggunakan bantuan tools yang sudah disediakan, yaitu dengan menggunakan perintah “yum”. Berikut ini adalah tahapan untuk melakukan instalasi apache php dan mysql

Instalasi Apache Webserver

#yum install httpd httpd-devel (pastikan proses instalasi sampai selesai)

untuk menjalankan apache webserver anda bisa melakukan perintah

#service httpd start

untuk mengetest apakah webserver sudah berjalan dengan baik anda bisa menggunakan bantuan browser lynx atau links (jika belum tersedia maka anda bisa melakukan instalasi lynx atau links dengan perintah #yum install lynx atau #yum install links)

#lynx http://localhost atau #links http://localhost

Jika berhasil maka anda akan mendapatkan tampilan halaman depan webserver apache berbasis centos, perlu diingat untuk meletakkan file file web anda harus menyimpannya di direktori /var/www/html

Instalasi PHP

#yum install php php-common php-mysql

untuk mengetest apakah php sudah bisa digunakan dengan baik anda bisa membuat file informasi tentang php dengan ekstensi file .php di direktori /var/www/html

isi file info.php adalah

<?php phpinfo(); ?>

Instalasi MySQL

#yum install mysql-server mysql-devel (jika anda sudah menggunakan centos 7, maka anda menggunakan mariadb)

#yum install mariadb mariadb-mysql

#service mysqld start atau #service mariadb start

untuk mengetest apakah mysql sudah berjalan anda bisa mencoba menyambungkan dengan mysql server dengan perintah

#mysql -u root -p (tekan enter untuk password)

Nah sekarang ketiga komponen apache webserver, php dan mysql sudah terinstall dengan baik dan anda sudah bisa memulai menggunakan aplikasi berbasis php dan mysql. Perlu diingat bahwa cara instalasi apache php dan mysql di centos bisa bervariasi untuk mysql namun untuk apache dan php adalah sama.

Anda juga bisa mencoba akses dengan komputer lain dengan mengetikkan alamat ip address server anda pada komputer workstation atau laptop anda.

Please follow and like us:
error0

Menghapus email queue di exim

Exim

Adalah salah satu MTA (Mail Transport Agent) yang banyak digunakan di dalam sistem operasi linux karena kehandalannya yang mampu untuk mengirimkan email dalam jumlah banyak dan dapat mengakomodasi jumlah user yang cukup banyak. Bahkan server manajemen software cPanel juga menggunakan exim untuk memberikan layanan MTAnya selain dovecot dan postfix. Kadang terjadi penumpukan email queue di mailserver, oleh karena itu terkadang perlu juga untuk menghapus email queue di exim agar mailserver dapat berjalan dengan baik.

Menghapus email queue di exim
Exim email spam

Ketika exim mengalami masalah seperti email yang menumpuk, atau kondisi critical dimana email server anda tanpa sengaja melakukan sending email secara tidak wajar (spam) sedikitnya cukup membuat seorang server administrator kebingungan untuk menghentikan proses pengiriman email (queue) yang terlalu banyak akibat dari proses spam ini. Untuk mengecek jumlah email yang sudah masuk ke dalam queue mailserver anda dapat menggunakan perintah :

#exim -bp

Jika anda mendapati jumlah email queue yang tidak wajar maka anda akan mendapati ratusan bahkan ribuan email queue dan anda tidak dapat serta merta menghentikannya. Jika di dalam list tersebut anda masih bisa mendapati message-id maka anda dapat menghentikan email tersebut dengan menggunakan message-idnya dengan perintah :

#exim -Mrm <message-id>

Jika queue listnya terlalu banyak maka anda dapat langsung menghapus semua email queue dengan perintah :

#exim -bp | awk ‘/^ *[0-9]+[mhd]/{print “exim -Mrm ” $3}’ | bash

Namun cara diatas tidak disarankan karena akan secara langsung menghapus semua email queue yang ada, berikut ini adalah cara yang lebih aman untuk menghapus queue dari exim tersebut dengan perintah :

#exim -bp | exiqgrep -i | xargs exim -Mrm

Kemudian anda dapat melihat dengan mudah siapa user yang ada di server email anda yang melakukan tindakan pengiriman email secara membabi-buta (mass email sending) dan jangan lupa untuk menganalisa melalui header email yang terkirim siapa user yang melakukan hal ini, dan biasanya ini

Cara ini dapat anda lakukan di sistem operasi linux centos, pada sistem management server berbasis cPanel anda dapat juga melakukan perintah ini. Tentunya anda harus login sebagai user tertinggi pada sistem operasi linux ini, yaitu root.

Please follow and like us:
error0